Wahai hening
tlah ku tempuh samsaraku:
menjadi laskar pembangkang,
saudagar ingkar,
pandita lupa,
pemikir sesat.
Tetap ku cari arah pasti,
dupa nirwana menyapa indra.
Wahai denting,
Melewati gerbang Ghazali
ku umpat taqdirku
atas kejumudan pikiran
kekacauan wahyu.
Terperosok jurang Zarathustra
membunuh semua dewa.
Mendaki Jabal Arabi
berselimut kabut Wahabi
dingin dan berbatu
membunuh khayal dan pikiran.
Wahai bening,
Sanggupkah
ku tegakan salibku
dan memanggul kutuknya:
Menapak jalan de la rosa
dalam nanar tatapan anak Daud
umpat keji pasak-pasak Romawi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar