Minggu, 31 Januari 2010

Isra

Wahai hening

tlah ku tempuh samsaraku:

menjadi laskar pembangkang,

saudagar ingkar,

pandita lupa,

pemikir sesat.

Tetap ku cari arah pasti,

dupa nirwana menyapa indra.


Wahai denting,

Melewati gerbang Ghazali

ku umpat taqdirku

atas kejumudan pikiran 

kekacauan wahyu.

Terperosok jurang  Zarathustra

membunuh semua dewa.

Mendaki Jabal Arabi

berselimut kabut Wahabi

dingin dan berbatu

membunuh khayal dan pikiran.

Wahai bening,

Sanggupkah

ku tegakan salibku

dan memanggul kutuknya:

Menapak jalan de la rosa

dalam nanar tatapan anak Daud

umpat keji pasak-pasak Romawi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar