Minggu, 31 Januari 2010

Sonya

Cinta Yohana

Isra

Wahai hening

tlah ku tempuh samsaraku:

menjadi laskar pembangkang,

saudagar ingkar,

pandita lupa,

pemikir sesat.

Tetap ku cari arah pasti,

dupa nirwana menyapa indra.


Wahai denting,

Melewati gerbang Ghazali

ku umpat taqdirku

atas kejumudan pikiran 

kekacauan wahyu.

Terperosok jurang  Zarathustra

membunuh semua dewa.

Mendaki Jabal Arabi

berselimut kabut Wahabi

dingin dan berbatu

membunuh khayal dan pikiran.

Wahai bening,

Sanggupkah

ku tegakan salibku

dan memanggul kutuknya:

Menapak jalan de la rosa

dalam nanar tatapan anak Daud

umpat keji pasak-pasak Romawi.

Sastra Jendra I : Balada Sukesi Wisrawa

Pakoewodjo: Menolak Takluk

Sejarah berkabut:

epos pancaroba

perlawanan keyakinan lama 

dalam gerusan iman baru.


Jumat, 29 Januari 2010

Sebuah Obsesi

tiada kata yang terucap
di saat aku bertanya
masih adakah bagi diriku
sejauh ini aku amati
seolah kau berpaling dari sisiku

seribu kata terucap
tiada akan terjawab
gelisah akan keraguan cintaku
tiada mungkin engkau sadari
betapa jauh perbedaan cintaku

hasratku suci kasihku
membelai ranting terlembut
bergetar dalam lubuk sanubariku
keinginanku telah menjadikan
segumpal hati kehidupan cintaku

jika dalam kecemasan
tumbuhnya rasa cintamu
di sana akan kau temukan dunia
sepanjang musim engkau menangis
namun tiada habis air matamu

reff: adakah cinta kau rasakan
dapat memberikan segalanya
kasih sayang, keindahan
bukankah cinta tlah cukup untuk cinta

kasih tiada kau bedakan
satu di atas yang lain
sungguh cintamu nafas dalam hidupku
mengapa kini kau lupakan semua
di saat aku pasrah pada dirimu

dapatkah aku rasakan 
hidup dalam kenyataan
suara hati keagungan cintamu
tiada mungkin engkau sadari
betapa jauh perbedaan cintamu


Lagu karya Fariz RM dinyanyikan bareng Neno Warisman

Kamis, 28 Januari 2010

Kaliwungu

semangat nan biru 

sorban dan tabu

selokan dan bau

jalanan berdebu

dari dulu 

terlihat wagu

selalu begitu

aku tak tahu.

Timur Tengah I

Di tasik kearifan,

di padang kesejatian

para nabi diturunkan

di gurun keserakahan

diceruk iman

dalam tandusnya kemanusiaan

darah terus ditumpahkan

sampai kapan?

Hingga api besar dari seberang lautan.

Datang melumatkan.

Madrasah Muhammadiyah

Dua puluh tahun yang lalu,

Sudut bisu

bangku-bangku berdebu

ustad bermuka masam

meniyam sang calon Imam.

Kitab Suci

Kata Kyai dan Ustad:

Tuhan kirim kita empat Kitab.

Quran, Injil Zabur

dan Taurat.

Agar tidak takabur 

dan mengumbar syahwat.

Wahyu

Jibril mana pesan lugasmu.

Ayat-ayatmu kering.

Tiada hening.

Tanpa denting.

Tidak bening.

Lengking di kuping.

Bikin pusing.